/BERMAIN-MAIN DENGAN DUNIA - KAMMI'ERS TELKOM / BERMAIN-MAIN DENGAN DUNIA

hasan al-bana

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda. Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. ( Hasan Al-Banna )

Jadwal Shalat Wilayah Bandung

My Shoutbox


ShoutMix chat widget

buletin kammi edsisi ke 2

buletin kammi edsisi ke 2
aktivis vs akademisi

buletin kammi edisi ke 3

buletin kammi edisi ke 3
“Tahun Baru Hijriah Sebagai Momentum Perubahan”

page rank

dm1

dm1

Mediaindonesia.com

Senin, 09 November 2009

BERMAIN-MAIN DENGAN DUNIA

‘’Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main dan sesunggunya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui…(QS. Al ankanbut 29:64)

dengan adanya ayat diatas saya berpikir bahwa kita harus mengejar kehidupan akhirat dan melupakan kehidupan dunia dan apakah dunia itu harus di syukuri dengan menikmatinya…….???

Kembali ke persoalan kenapa saya mengambil surat Al ankanbut 29:64 ini sebagai jawaban dari tugasku kali ini.Tak lebih dan tak kurang yang terpikir hanyalah surat Al ankanbut 29:64 ini yang akan memotivasi saya dalam semangat belajar dan juga untuk menghadapi dunia ini..

Jujur saja saya punya keinginan kaya ,istri cantik dan soleha, dan kenikmatan dunia yang lainnya, tetapi kadang juga saya berfikir apakah saya akan mendapatkankan kebahagiaan di akhirat juga>??wallahu allam
Walaupun ALLAH SWT, telah mengingatkan bahwa nikmat kehidupan dunia itu semu, sesaat, dan hanya permainan, namun banyak manusia yang tertipu oleh gemerlap dunia karena sifat rakus sebagaimana di sabdakan Rasullullah SAW,

Ibnu abbas r.a berkata, sesungguhnya Rasullullah saw.bersabda,”Andai kata manusia memiliki dua lembah harta, tentu ia menginginkan yang ketiga, dan tidak ada yang dapat mengenyangkan perutnya kecuali tanah (kematian).Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau bertaubat.(H.R.Bukhari,juz IV,hal 1.19)

Adapun penjelasannya yang saya kutip dari buku Bedah masalah kontemporer oleh:Aam amirudin. buku tersebut menjelaskan bahwa supaya kita tidak terpedaya oleh dunia ini.Kita harus memperlakukan dunia sebagai alat yang bisa mengantarkan pada kebahagiaan akhirat, dunia tetap di nikmati namun dalam koridor kebenaran alias tidak menghalalkan segalah cara untuk menikmatinya.

Jadi, menikmati kehidupan di dunia itu di perbolehkan yang haram kalau kita di perbudak oleh dunia.Perhatikan apa yang di pesankan oleh sahabat Ali Bin Abi Thalib r.a,”jadilah kamu hamba-hamba akhirat dan jangan menjadi hamba dunia.Sesungguhnya kehidupan dunia itu tempat berkarya/beramal dan bukan hisab(perhitungan), sedangkan kehidupan akhirat merupakan tempat(perhitungan)dan bukan tempat beramal.”(H.r.bukhari,juz IV,hal.116).

Mari kita sisikan waktu yang kita miliki untuk taq'arub (pendekatan diri) kepada-Nya dengan meningkatkan berbagai amal soleh.Apabilah kita berusaha memanfaatkan atau menggunakan kenikmatan dunia sebagai sarana untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat, Allah SWT akan memberikan kedua-duanya (dunia dan akhirat).

Namun, kalau kita hanya mengutamakan kehidupan dunia saja, Allah akan memberikan hanya satu kenikmatan, yaitu dunia saja.Allah berfirman dalam hadis qudsi,

“Wahai hambaku, sempatkanlah beribadah kepadaku, nanti aku penuhi hatimu dengan kekayaan/kecukupan dan tanganmu dengan rezeki.Janganlah menjauhkan diri dariku, nanti Aku patuhi hatimu dengan kemiskinan dan tanganmu ajkan sarat dengan kesibukan.”(H.R.Tharmidzi)

kesimpulannya, dunia harus kita nikmati dengan mengikuti rambu-rambu ilahi. Apabilah kita berusaha memanfaatkan kehidupan dunia sebagai sarana untuk mendapatkan kebahagiaan.Allah akan memberikan kedua-duannya.Kebahagiaan (dunia dan Akhirat), namun kalau kita hanya mengutamakan kehidupan dunia, Allah hanya memberikan satu kenikmatan, memberikan satu kenikmatan, yaitu dunia saja.Wallahu alam.

Itulah pejelasan tentang masalah kehidupan dunia akhirat yang saya kutip dari buku Bedah masalah kontemporer oleh:Aam amirudin, dan apa hubungannya dengan tugas saya kali ini, adapun penjelasan sebagai berikut;

1.Belajar untuk kepentingan akhirat

mendengar kata belajar tak asing lagi bagi telinga saya, sudah semetinya bagi saya untuk menghapi sebuah pelajaran-pelajaran dengan serius baik pelajaran materi maupun pelajaran menghadapi perasaan sendiri , tetapi kadang saya merasa pesimis dengan keadaan saya sekarang ini untuk mencapai nilai yang bagus, tetapi kadang-kadang juga saya sangat optimis untuk mendapatkan nilai yang bagus .Bagaimana bisa ketika saya sudah berusaha belajar tetapi belum mendapatkan sebuah nilai yang bagus??? Saya ambil sebuah solusi untuk masalah ini, yaitu saya mengoreksi apakah saya sudah benar-benar berusaha dengan maksimal??,dan memang berat tentunya bagi saya untuk berusaha dengan maksimal dengan latar belakang saya dulu yang pemalas dan jarang baca buku, tetapi dengan keadaan sekarang ini saya harus meningkatkan ektivitas belajar saya walaupun dikit demi sedikit. Pertanyaannya sekarang”bagaimana belajar untuk kepentingan akhirat???”masudnya yaitu saya belajar insyaAllah bukan untuk kepentingan dunia saja melainkan di pergunakan untuk mencari amal soleh, karena Ilmu yang bermanfaat merupakan sebuah kriteria kebahagiaan dunia, dengan ilmu yang telah kita dapat, hendaklah kita menggunakannya untuk kebaikan menuju akhirat.Itulah salah satu hal untuk memotivasi saya untuk belajar.

2.Belajar=>Harta=>Akhirat

katanya dengan belajar kita akan sukses, benarkah demikiaan??oke saya akan setuju dengan pernyataan ini, mengapa??

Manusia tidak lepas dari kehidupan yang bersifat material, karena Allah swt.Telah menetapkan fitrah kepada manusia untuk mecintai harta, sebagaimana firmannya,”di jadikan indah bagi manusia macam-macam yang di inginkannya, dia antaranya wanita-wanita, anak-anak, harta yang melimpah berupa emas, perak, kuda(kendaraan)yang bagus, binatang ternak, dan sawah ladang.itulah kesenangan hidup di sunia.Dan pada sisi Alah ada sebaik baik tempat kembali (surga).”

Yang menjadi persoalan adalah cara mendapatkannya.Tidak sedikit orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan harta dengan asumsi bahwa harta yang banyak akan menjamin kebahagiaan ,tetapi sesungguhnya bukan diukur dari berapa banyak harta yang kita punya tetapi seberapa halal kita mendapatkanya.

Sesunggunya, maraknya korupsi dan manipulasi di pacu oleh asumsi bahwa kesuksesan dunia di ukur dari banyaknya harta dan bukan dari aspek ke halalnya.Selama sebagian bangsa kita memiliki asumsi seperti ini pratik korupsi, kolusi dan manipulasi lainnya akan tetap marak Jadi, untuk menghapus praktik-praktik haram itu paradigma berpikir tentang harta harus di ubah, bahwa kemuliaan seseorang bukan di ukur dari banyaknya harta tetapi di tentukan oleh seberapa halal cara mendapatkannya.Kriteria kebahagiaan dunia adalah harta yang halal bukan harta yang banyak, syukur-syukur harta kita itu banyak dan halal.

Sekarang penjelasan belajar=>harta==>akhirat, ternyata dengan belajar juga merupakan sebuah sarana untuk mencari harta, memang benar banyak orang mencari harta dengan menggunakan pikirannya dan tentu harus di barengin dengan belajar, ini juga salah satu motivasi bagi saya untuk belajar yaitu harta, tetapi harta yang gimana??yang pasti harta yang tujuaanya akhirat juga.

maksud kata-kata dia atas yaitu dimana saya harus belajar untuk mencari harta.Harta menurut saya akan juga di gunakan untuk akhirat tergantung dengan bagaimana kita memanfaatkannya.

3.bersyukur

saya bukan sesorang mahasiswa yang pintar, yang tak pernah luput dari kemalasan.Kulia merupakan hal yang berat bagi saya dengan berbagai keluhan diantaranya yaitu tugas yang sangat banyak nilai yang pas-pasan dan berbagai keluhan lainnya, tetapi mengapa bersyukur??bersyukur karena tidak semua orang merasakan apa yang saya alami, dimana saya mulai harus mencintai tugas-tugas saya walaupun sedikit malas mengerjakannya, tetapi aku selalu semangat melakukan hal ini.Saya akan menjalaninya, berusaha dan bersyukur apa yang telah terjadi pada saya, dan bukan berarti saya tidak memperbaiki kesalahan yang terjadi pada saya.

Apabilah kita mensyukuri apa yang Allah swt. berikan.Konsekuensinya kita akan selalu menerima lapang dada.Ujian apapun yang menimpa diri kita, sepahit dan sehebat apapun ujian tersebut.Oleh sebab itu, hati yang bersyukur menjadi kriteria kebahagiaan dunia yang menuju ke bahagiaan akhirat, karena dengannya kita akan selalu bersyukur kalau di timpah kebaikan dan sabar kalau di timpah kesulitan.

Abu yahya shuhaib bin sinan r.a berkata.Rasulullah saw.bersabda, sesungguhnya menakjubkan sikap seseorang mukminin itu, segalah keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin.Apabilah mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan penderitaan ia bersabar maka itu lebih baik baginya(H.R.Muslim)

Hubungan surat Al ankanbut 29:64 dan 3 penjelasan diatas yaitu, walaupun kehidupan dunia hanyalah semu, sesaat saja, kita haruslah melakukan berbagai kehidupan dunia ,tetapi dengan tujuan akhirat.Dengan tujuan akhirat inilah akan memotivasi saya untuk giat belajar dan menghadapi kehidupan dunia ini.Dan tentu saja saya selalu mengharapkan hidayah dari Allah swt.dan apa yang saya buat dan tertulis dalam tugas ini bukan hanya untuk memotivasi tapi melainkan untuk mengamalkannya insyAllah..


mareto sopandi
Departemen BK
KAMMI Komisariat IT Telkom 2009-2010

Komentar :

ada 0 comments ke “BERMAIN-MAIN DENGAN DUNIA”

Posting Komentar

Si Ikhwan

Selamat Tahun Baru Islam 1431 H

Selamat Tahun Baru Islam 1431 H

My Rate

Inilah KAMMI

Pengikut

detikBandung - detikBandung

milis kammi pusat

Khazanah

 

Eramuslim: Info Umat

Eramuslim: Berita Palestina

Eramuslim: Pemuda & Mahasiswa

This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by kammitelkom