/Dilema Segitiga Emas Kota Banjar - KAMMI'ERS TELKOM / Dilema Segitiga Emas Kota Banjar

hasan al-bana

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda. Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. ( Hasan Al-Banna )

Jadwal Shalat Wilayah Bandung

My Shoutbox


ShoutMix chat widget

buletin kammi edsisi ke 2

buletin kammi edsisi ke 2
aktivis vs akademisi

buletin kammi edisi ke 3

buletin kammi edisi ke 3
“Tahun Baru Hijriah Sebagai Momentum Perubahan”

page rank

dm1

dm1

Mediaindonesia.com

Senin, 09 November 2009

Dilema Segitiga Emas Kota Banjar

Pekan lalu berita panas dari kota ini sempat menembus permukaan menerjang hangatnya ulasan Pemilu 2009 dan kasus Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. Berita yang membuat sebagian besar orang mengerutkan keningnya. Bagaimana tidak, dua puluh remaja ditemukan terkapar di sebuah desa di Kota Banjar setelah menenggak Vodka. Beberapa saat setelah dilarikan ke rumah sakit, lima diantaranya tewas.


Hal ini mengejutkan Walikota Banjar, Herman Sutrisno, yang baru saja menduduki kursinya tahun 2008 lalu. Mengusung visi yang intinya kurang lebih “Menjadikan iman dan takwa sebagai dasar dalam beretika...”. Hasil yang terjadi di lapangan selama ini sangat jauh dari kenyataan. Indikasi ke arah ini sudah terlihat saat Walikota Banjar memberikan sambutan dalam suatu acara beberapa pekan sebelum kejadian menghenyakkan ini. Beliau mengkhawatirkan kondisi keislaman di daerahnya yang masih belum terbina secara komprehensif.

Jauh sebelum ini, Banjar sempat mendapat acungan jempol dari Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc. Pemerintah Kota Banjar berhasil ngeprak masyarakatnya untuk membayar pajak. Alhasil, Banjar menjadi kota pertama lunas pajak di Jawa Barat. Namun, kondisi sosial-masyarakat Banjar kontradiktif kontras dengan prestasi yang diraih sebelumnya itu.

Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) mudah ditemukan disana. Ini terbukti saat salah seorang wartawan media elektronik yang sengaja terjun ke TKP untuk meliput kejadian itu check-in di sebuah hotel. Ia langsung ditawari ABG (Anak Baru Gede) untuk menemani tidurnya oleh petugas keamanan. “Gila, ini benar-benar gila!” katanya.

Segitiga Emas

Penghasilan utama Kota Banjar sebagian besar berasal dari perannya sebagai distributor. Komoditi kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat disalurkan melalui Kota Banjar untuk kemudian didistribusikan kembali ke kota-kota lain di Jabar dan Jateng. Bahkan, baru-baru ini Banjar berhasil mendistribusikan barang ke Pulau Sumatera. Secara geografis, Banjar juga strategis. Kota ini menjadi penghubung Jabar-Jateng jalur selatan. Cirebon, Bandung, dan Yogyakarta bisa dihubungkan melalui kota ini.

Lalu lintas barang yang demikian semrawut membuat konten barang yang didistribusikan tidak terseleksi dengan baik. Dari sinilah barang –barang haram itu menyebar. Posisi Banjar yang menghubungkan kota-kota besar itupun menjadi masalah. Orang-orang yang beristirahat saat melewati Kota Banjar biasanya ditawari ‘kucing malam’.

Solusi untuk membersihkan miras dari Kota Banjar dan lebih selektif dalam melewatkan barang dari dan ke luar Banjar dikhawatirkan Herman Sutrisno akan menurunkan pendapatan kota dengan signifikan. Namun, perbaikan itulah yang justru akan semakin mendekatkan kondisi realita Banjar ke visinya yang menjadikan iman dan takwa sebagai landasan dalam beretika.

Kabar terakhir, Walikota Banjar sedang berdiskusi dengan MUI Kota Banjar dan kepolisian setempat untuk mengambil langkah atas kejadian yang mengejutkan masyarakat seantero tanah air. Semoga perbaikan lebih didahulukan daripada sekedar mempertahankan pendapatan kota yang haram.

Bandung, 12 Mei 2009

Rama Permana
Ketua Departemen Kajian Strategis
KAMMI Komisariat IT Telkom 2009-2010

Komentar :

ada 0 comments ke “Dilema Segitiga Emas Kota Banjar”

Posting Komentar

Si Ikhwan

Selamat Tahun Baru Islam 1431 H

Selamat Tahun Baru Islam 1431 H

My Rate

Inilah KAMMI

Pengikut

detikBandung - detikBandung

milis kammi pusat

Khazanah

 

Eramuslim: Info Umat

Eramuslim: Berita Palestina

Eramuslim: Pemuda & Mahasiswa

This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by kammitelkom